1. Menganalisis puisi
Mama
Burung dara yang nakal
Yang sejak dulu kau piara
Kini terbang dan telah menemukan jodohnya
Ia telah meninggalkan kandang yang telah kau buatkan
Dan tiada akan pulang
Buat selama-lamanya
a) Amanat dari puisi diatas adalah: “ Seorang anak yang telah menikah hendaknya meninggalkan rumah orang tua.
b) Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah:
- Burung dara yang nakal (majas personifikasi)
2. Menganalisis cerita
Sebermula Sultan Ahmad Barsyah Jaya itu ada, berputra seorang laki-laki bernama Raja Indra Dewi, terlalu elok paras dengan bijaksana dari segala pengajian dan permainan surat menyurat dan tulis menulis. Maka Ayahanda bundanya terlalu kasih sayang hati ayahanda bundanya melihat seoranf anaknya serba bagai permainan. Lama kelamaan anakanda Raja Indra Dewa besarlah. Maka ayahanda dan bunda pun teringat didalam hati hendak memberi anakanda beristri. Maka pada suatu hari bunda bertanya kepada anakanda, “ Hai anaku dan buah hatiku dan jantung limpaku, marilah anaku ku beri istri karena anaku sudah besar patutlah beristri “. Maka Raja Indra Dewa pun tak mau berkata-kata kepada Ayahanda bundanya. Maka didalam hatinya tidaklah mau beristri. Maka lama kelamaan pada suatu hari, anak Raja Indra Dewa itu teringatlah didalam hati hendak bermain kedalam hutan berburu. Maka pergilah ia mendapatkan ayahanda bundanya menyembah hendak pergi berburu kedalam hutan. Maka Ayahanda dan bundanya terlalu kasih sayang kepada anakanda itu. Maka titah Ayahanda “ Hai menteriku, kapungkanlah segzla hulubalang dan rakyat jentera sekalian karena anakku hendak pergi bermain-main kedalam hutan berburu.
a) Pesan dari cerita diatas adalah : Peran orang tua masih dominant, atau orang tua jangan terlalu memaksakan kehendaknya.
b) Majas yang digunakan adalah : “ Hai anakku dan buah hatiku dan jantung limpaku,
c) Watak tokoh :
Raja Indra Dewa : Pendiam dan bijaksana
Ayahanda : Bijaksana dan penyayang
Bunda : Baik hati dan penyayang
d) Konflik yang terjadi dalam cerita tersebut adalah : Raja Indra Dewa di suruh menikah oleh bundanya, Raja Indra Dewa sudah beranjak dewasa sudah harus mempunyai istri. Akan tetapi Raja Indra Dewa tak mau beristri.
3. Membuat Puisi
A. Puisi Lama
a) Pantun
Jenaka
Dari mana punai melayang
Dari sawah turun ke padi
Dari mana kasih sayang
Dari mata turun kehati
Nasehat
Minyak kelapa, minyak kelapa baru
Minyak tanah ditumpahkan
Kalau dapat teman baru
Kawan lama jangan dilupakan
Teka-teki
Pokoknya bulat dan juga masam
Hijau ketika muda
Buahnya berbentuk seperti bintang
Sudah masak kuninglah ia
b) Gurindam
Barang siapa tidak suka shalat
Diakhirat akan dilaknat
Kalau kita rajin beribadah
Kelak hidup mendapat kaidah
Kalau kita rajin menabung
Kelak hidup mendapat untung
c) Syair
Disuatu tempat panorama indah
Langkahku terhenti dengan penuh lelah
Sejenak kududuk ku pandang bentang sawah
Lalu kedua mataku tertuju pada suatu arah
Kulihat seseorang, sepertinya ia sedang manjaga sesuatu
Dan tangannya terkepal sebuah seruling bambu
Jelang saat itu ia lantunkan nada syahdu
Hingga kurasakan menggema dikalbu
Betapa damai tercipta
Iringan nadanya begitu sempurna
Hingga menusuk kedamaian dijiwa
Kicau burungpun ikut hiasai suasana
Seakan sejenak melupakan masalah yang ku punya
Namun, terlintas dan terpikir
Saat waktu keindahan ini terus bergulir
Benakku bertanya, mangapa aku merasa getir?
Kalau rasa getir ini hanyalah bisa membuat hidupku tergelincir
Kontak sedikit hati ini tersadarkan
Ku harus mampu lupakan
Dan menjauhi hingga sampai hatiku tak tertekan oleh keadaan
Karena kutau, disela kegelisahan
Masih ada suatu keindahan dan harapan
d) Karmina
Kucing kurus mandi dipapan
Badan kurus bukan tak makan
B. PUISI BARU
a) karangan sendiri
Sampai kapan aku begini
Aku tak kuat dengan semua ini
Namun tak mampu aku lepaskan
Tak tau sampai kapan
Yang harus aku tahan
Andai kau tau…
Perasaan yang aku rasakan
Rasa sakit yangaku tahan
Ingin rasanya aku ungkapkan
Yang membuat aku tertekan
Aku terima akan keputusanmu
Namun aku tak mampu melupakanmu
Tak pernah aku bayangkan
Ingin rasanya aku kembalikan semuanya