Santy Cute

Februari 7, 2008 oleh santy9078

1. Menganalisis puisi

     

            Mama

            Burung dara yang nakal

            Yang sejak dulu kau piara

            Kini terbang dan telah menemukan jodohnya

            Ia telah meninggalkan kandang yang telah kau buatkan

            Dan tiada akan pulang

            Buat selama-lamanya

 

a)      Amanat dari puisi diatas adalah: “ Seorang anak yang telah menikah hendaknya meninggalkan rumah orang tua.

b)      Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah:

-         Burung dara yang nakal (majas personifikasi)

  

2. Menganalisis cerita

 

            Sebermula Sultan Ahmad Barsyah Jaya itu ada, berputra seorang laki-laki bernama Raja Indra Dewi, terlalu elok paras dengan bijaksana dari segala pengajian dan permainan surat menyurat dan tulis menulis. Maka Ayahanda bundanya terlalu kasih sayang hati ayahanda bundanya melihat seoranf anaknya serba bagai permainan. Lama kelamaan  anakanda Raja Indra Dewa besarlah. Maka ayahanda dan bunda pun teringat didalam hati hendak memberi anakanda beristri. Maka pada suatu hari bunda bertanya kepada anakanda, “ Hai anaku dan buah hatiku dan jantung limpaku, marilah anaku ku beri istri karena anaku sudah besar patutlah beristri “. Maka Raja Indra Dewa pun tak mau berkata-kata kepada Ayahanda bundanya. Maka didalam hatinya tidaklah mau beristri. Maka lama kelamaan pada suatu hari, anak Raja Indra Dewa itu teringatlah didalam hati hendak bermain kedalam hutan berburu. Maka pergilah ia mendapatkan ayahanda bundanya menyembah hendak pergi berburu kedalam hutan. Maka Ayahanda dan bundanya terlalu kasih sayang kepada anakanda itu. Maka titah Ayahanda “ Hai menteriku, kapungkanlah segzla hulubalang dan rakyat jentera sekalian karena anakku hendak pergi bermain-main kedalam hutan berburu.

 

a)      Pesan dari cerita diatas adalah : Peran orang tua masih dominant, atau orang tua jangan terlalu memaksakan kehendaknya.

b)      Majas yang digunakan adalah : “ Hai anakku dan buah hatiku dan jantung limpaku,

c)      Watak tokoh :

Raja Indra Dewa          :  Pendiam dan bijaksana

Ayahanda                     : Bijaksana dan penyayang

Bunda                          : Baik hati dan penyayang

d)      Konflik yang terjadi dalam cerita tersebut adalah : Raja Indra Dewa di suruh menikah oleh bundanya, Raja Indra Dewa sudah beranjak dewasa sudah harus mempunyai istri. Akan tetapi Raja Indra Dewa tak mau beristri.

 

3. Membuat Puisi

    A. Puisi Lama

         a) Pantun

                       

                        Jenaka

            Dari mana punai melayang

            Dari sawah turun ke padi

            Dari mana kasih sayang

            Dari mata turun kehati

 

                        Nasehat

            Minyak kelapa, minyak kelapa baru

            Minyak tanah ditumpahkan

            Kalau dapat teman baru

            Kawan lama jangan dilupakan

 

                        Teka-teki

            Pokoknya bulat dan juga masam

            Hijau ketika muda

            Buahnya berbentuk seperti bintang

            Sudah masak kuninglah ia

      

b)      Gurindam

 

Barang siapa tidak suka shalat

Diakhirat akan dilaknat

            Kalau kita rajin beribadah

            Kelak hidup mendapat kaidah

Kalau kita rajin menabung

Kelak hidup mendapat untung

  

c)      Syair

 

Disuatu tempat panorama indah

Langkahku terhenti dengan penuh lelah

Sejenak kududuk ku pandang bentang sawah

Lalu kedua mataku tertuju pada suatu arah

 

Kulihat seseorang, sepertinya ia sedang manjaga sesuatu

Dan tangannya terkepal sebuah seruling bambu

Jelang saat itu ia lantunkan nada syahdu

Hingga kurasakan menggema dikalbu

 

Betapa damai tercipta

Iringan nadanya begitu sempurna

Hingga menusuk kedamaian dijiwa

               Kicau burungpun ikut hiasai suasana

               Seakan sejenak melupakan masalah yang ku punya

              

Namun, terlintas dan terpikir

Saat waktu keindahan ini terus bergulir

Benakku bertanya, mangapa aku merasa getir?

Kalau rasa getir ini hanyalah bisa membuat hidupku tergelincir

 

Kontak sedikit hati ini tersadarkan

Ku harus mampu lupakan

Dan menjauhi hingga sampai hatiku tak tertekan oleh keadaan

 

Karena kutau, disela kegelisahan

Masih ada suatu keindahan dan harapan

 

d)      Karmina

 

Kucing kurus mandi dipapan

Badan kurus bukan tak makan

 

B. PUISI BARU

     a) karangan sendiri

  

            Sampai kapan aku begini

            Aku tak kuat dengan semua ini

            Namun tak mampu aku lepaskan

            Tak tau sampai kapan

            Yang harus aku tahan

 

            Andai kau tau…

            Perasaan yang aku rasakan

            Rasa sakit yangaku tahan

            Ingin rasanya aku ungkapkan

            Yang membuat aku tertekan

            Aku terima akan keputusanmu

            Namun aku tak mampu melupakanmu

            Tak pernah aku bayangkan

            Ingin rasanya aku kembalikan semuanya

  

Santy Cute

Februari 7, 2008 oleh santy9078

1. Menganalisis puisi

     

            Mama

            Burung dara yang nakal

            Yang sejak dulu kau piara

            Kini terbang dan telah menemukan jodohnya

            Ia telah meninggalkan kandang yang telah kau buatkan

            Dan tiada akan pulang

            Buat selama-lamanya

 

a)      Amanat dari puisi diatas adalah: “ Seorang anak yang telah menikah hendaknya meninggalkan rumah orang tua.

b)      Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah:

-         Burung dara yang nakal (majas personifikasi)

  

2. Menganalisis cerita

 

            Sebermula Sultan Ahmad Barsyah Jaya itu ada, berputra seorang laki-laki bernama Raja Indra Dewi, terlalu elok paras dengan bijaksana dari segala pengajian dan permainan surat menyurat dan tulis menulis. Maka Ayahanda bundanya terlalu kasih sayang hati ayahanda bundanya melihat seoranf anaknya serba bagai permainan. Lama kelamaan  anakanda Raja Indra Dewa besarlah. Maka ayahanda dan bunda pun teringat didalam hati hendak memberi anakanda beristri. Maka pada suatu hari bunda bertanya kepada anakanda, “ Hai anaku dan buah hatiku dan jantung limpaku, marilah anaku ku beri istri karena anaku sudah besar patutlah beristri “. Maka Raja Indra Dewa pun tak mau berkata-kata kepada Ayahanda bundanya. Maka didalam hatinya tidaklah mau beristri. Maka lama kelamaan pada suatu hari, anak Raja Indra Dewa itu teringatlah didalam hati hendak bermain kedalam hutan berburu. Maka pergilah ia mendapatkan ayahanda bundanya menyembah hendak pergi berburu kedalam hutan. Maka Ayahanda dan bundanya terlalu kasih sayang kepada anakanda itu. Maka titah Ayahanda “ Hai menteriku, kapungkanlah segzla hulubalang dan rakyat jentera sekalian karena anakku hendak pergi bermain-main kedalam hutan berburu.

 

a)      Pesan dari cerita diatas adalah : Peran orang tua masih dominant, atau orang tua jangan terlalu memaksakan kehendaknya.

b)      Majas yang digunakan adalah : “ Hai anakku dan buah hatiku dan jantung limpaku,

c)      Watak tokoh :

Raja Indra Dewa          :  Pendiam dan bijaksana

Ayahanda                     : Bijaksana dan penyayang

Bunda                          : Baik hati dan penyayang

d)      Konflik yang terjadi dalam cerita tersebut adalah : Raja Indra Dewa di suruh menikah oleh bundanya, Raja Indra Dewa sudah beranjak dewasa sudah harus mempunyai istri. Akan tetapi Raja Indra Dewa tak mau beristri.

 

3. Membuat Puisi

    A. Puisi Lama

         a) Pantun

                       

                        Jenaka

            Dari mana punai melayang

            Dari sawah turun ke padi

            Dari mana kasih sayang

            Dari mata turun kehati

 

                        Nasehat

            Minyak kelapa, minyak kelapa baru

            Minyak tanah ditumpahkan

            Kalau dapat teman baru

            Kawan lama jangan dilupakan

 

                        Teka-teki

            Pokoknya bulat dan juga masam

            Hijau ketika muda

            Buahnya berbentuk seperti bintang

            Sudah masak kuninglah ia

      

b)      Gurindam

 

Barang siapa tidak suka shalat

Diakhirat akan dilaknat

            Kalau kita rajin beribadah

            Kelak hidup mendapat kaidah

Kalau kita rajin menabung

Kelak hidup mendapat untung

  

c)      Syair

 

Disuatu tempat panorama indah

Langkahku terhenti dengan penuh lelah

Sejenak kududuk ku pandang bentang sawah

Lalu kedua mataku tertuju pada suatu arah

 

Kulihat seseorang, sepertinya ia sedang manjaga sesuatu

Dan tangannya terkepal sebuah seruling bambu

Jelang saat itu ia lantunkan nada syahdu

Hingga kurasakan menggema dikalbu

 

Betapa damai tercipta

Iringan nadanya begitu sempurna

Hingga menusuk kedamaian dijiwa

               Kicau burungpun ikut hiasai suasana

               Seakan sejenak melupakan masalah yang ku punya

              

Namun, terlintas dan terpikir

Saat waktu keindahan ini terus bergulir

Benakku bertanya, mangapa aku merasa getir?

Kalau rasa getir ini hanyalah bisa membuat hidupku tergelincir

 

Kontak sedikit hati ini tersadarkan

Ku harus mampu lupakan

Dan menjauhi hingga sampai hatiku tak tertekan oleh keadaan

 

Karena kutau, disela kegelisahan

Masih ada suatu keindahan dan harapan

 

d)      Karmina

 

Kucing kurus mandi dipapan

Badan kurus bukan tak makan

 

B. PUISI BARU

     a) karangan sendiri

  

            Sampai kapan aku begini

            Aku tak kuat dengan semua ini

            Namun tak mampu aku lepaskan

            Tak tau sampai kapan

            Yang harus aku tahan

 

            Andai kau tau…

            Perasaan yang aku rasakan

            Rasa sakit yangaku tahan

            Ingin rasanya aku ungkapkan

            Yang membuat aku tertekan

            Aku terima akan keputusanmu

            Namun aku tak mampu melupakanmu

            Tak pernah aku bayangkan

            Ingin rasanya aku kembalikan semuanya

  

Halo dunia!

Januari 31, 2008 oleh santy9078

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!